Dodogusmao's Blog

Just another WordPress.com weblog

Kredit dan pembiayaan pada suatu perusahaan

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang

Salah satu faktor penting dalam pembangunan suatu Negara adalah adanya dukungan dari sistem keuangan yang sehat dan stabil, demikian pula dengan Negara Timor Leste. Sistem keuangan Timor Leste terdiri dari tiga unsur yakni sistem moneter, sistem perbankan dan sistem lembaga keuangan bukan bank.

Perkembangan perekonomian yang semakin kompleks tentunya membutuhkan ketersediaan dan peran serta lembaga keuangan. Kebijakan moneter dan perbankan merupakan bagian dari kebijakan ekonomi yang diarahkan untuk mencapai sasaran pembangunan. Oleh karena itu peranan perbankan dalam suatu negara sangat penting. Tidak ada suatu negarapun yang hidup tampa memamfaatkan lembaga keuangan (Siamat, 1995: 47). Lembaga keuangan menjadi sangat penting dalam memenuhi kebutuhan dana bagi pihak defisit dana dalam rangka untuk mengembankan dalam memperluas suatu usaha atau bisnis. Lembaga keuangan sebagai lembaga intermediasi berfungsi mengatur mobilisasi dana dari pihak surplus dana ke pihak defisit dana.

Berbicara mengenai kredit dan pembiayaan tidak terlepas dari lembaga keuangan karena lembaga keuangan yang dengan umun sebagai penyedia kredit bagi masyarakat yang membutuhkan dana.

Saat ini ada dua lembaga keuangan yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank. Lembaga keuangan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Sedangkan lembaga keuangan bukan bank adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat melalui penjualan surat-surat berharga. Bentuk dari lembaga bukan bank ini adalah: Modal Venture, anjak piutang, dana pensiun dan pegadaian.

Lembaga keuangan perbankan merupakan lembaga keuangan yang bertugas menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali ke masyarakat guna memenuhi kebutuhan dana bagi pihak yang membutuhkan, baik untuk kegiatan produktif maupun konsumtif.

Lembaga-lembaga keuangan ini sangatlah bermanfaat bagi setiap perusahaan di Timor Leste karena banyak sekali perusahaan di Timor Leste yang masih membutuhkan campur tangan dari pihak bank untuk menunjang kegiatan operasionalnya demikian pula bagi perusahaan lain yang telah berkembang.

Situasi real yang terjadi di Timor Leste adalah adanya  perusahaan yang masih mengkredit atau meminjam uang  di bank untuk menopang usahanya, baik itu untuk pembelian atau penyewaan alat-alat berat seperti pembelian atau penyewaan Bulldozer D 41 P, Excavator PC 200-3, Wheel Loader WA250-1, Dump Truck Nissan Diesel 200 PS, Motor Grader GD 511 A-1, Vibrator Roller JV 100-A guna membantu kelancaran suatu proyek yang dijalankan oleh suatu perusahaan di Timor Leste, baik itu pembangunan jalan raya, pembangunan gedung-gedung sekolah, perkantoran dan lain sebagainya. Yang pada akhirnya perusahaan-perusahaan tersebut menjadi perusahaan yang berpotensi atau menjadi perusahaan yang sukses. Ataupun bagi perusahaan-perusahan kecil dibiayai oleh oleh perusahaan besar untuk menjalankan usahanya yang keuntungannya akan menjadi milik bersama atau bagi hasil.

Berdasarkan  uraian latar belakang diatas maka dalam penulisan makalah ini penulis cenderung mengambil judul “Pengaruh Kredit dan Pembiayaan terhadap suatu perusahaan di Timot Leste”

1.2.  Perumusan Masalah

Dari uraian latar belakang permasalahan maka masalah dalam penulisan makalah ini dirumuskan sebagai berikut:

1.2.1.      Apakah kredit dan pembiayaan mempengaruhi suatu perusahaan di Timor Leste?

1.3.  Pembatasan Masalah

Dalam penulisan makalah ini penulis cenderung membahas pengaruh kredit dan pembiayaan terhadap suatu perusahaan di Timor Leste.

1.4.  Tujuan dan Kegunaan

1.4.1.      Tujuan

Untuk dapat melaksanakan penulisan ini dengan baik dan mengenai sasaran maka penulis harus mempunyai tujuan, adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui pengaruh kredit dan pembiayaan terhadap suatu perusahaan di Timor Leste.

1.4.2.      Kegunaan

Melalui penulisan ini diharapkan dapat memberikan kegunaan, antara lain:

1.4.2.1.Kegunaan secara teoritis

  1. Bagi penulis sebagai bahan pembanding antara teori yang didapat di banku kuliah dan fakta di lapangan.
  2. Bagi penulis berikutnya penulisan ini dapat digunakan sebagai bahan penulisan sejenis dan sebagai pengembangan penulisan lebih lanjut.
  3. Bagi pembaca merupakan bahan informasi tentang pengaruh kredit dan pembiayaan terhadap suatu perusahaan di Timor Leste.

 

1.4.2.2. Kegunaan secara praktis

Hasil dari penulisan ini dapat bermanfaat bagi perusahaan-perusahan baru sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan usahanya.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Kredit dan Pembiayaan

Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan. UU No. 10 tahun 1998 menyebutkan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Jika seseorang menggunakan jasa kredit maka ia akan dikenakan bunga tagihan.

Ketika bank memberikan pinjaman kepada nasabah, bank tentu saja mengharapkan uangnya kembali. Karenanya untuk memperkecil resiko (uangnya tidak kembali sebagai contoh), dalam memberikan kredit bank harus mempertimbangkan beberapa hal yang terkait dengan etikat baik (willingness to pay) dan kemampuan membayar (ability to pay) nasabah untuk melunasi kembali pinjaman beserta bunganya. Hal-hal tersebut terdiri dari Character (kepribadian), Capacity (kapasitas), Capital (modal), Colateral (jaminan) dan Condition of Economy (kondisi perekonomian) atau sering di sebut 5C (panca C).

Karakter

Watak, sifat, keadaan debitur (pihak yang berhutang) sangat berpengaruh pada pemberian kredit. Kreditur (pihak pemberi hutang) dapat meneliti apakah calon debitur masuk kedalam daftar orang tercelah (DOT) atau tidak. Untuk itu kreditur juga dapat meneliti biodatanya dan informasi dari lingkungan usahanya. Informasi dari lingkungan usahanya dapat diperoleh dari supplier dan customer dari debitur. Selain itu dapat pula diperoleh dari informasi bank Sentral, namun tidak dapat diperoleh dengan mudah oleh masyarakat umum, karena informasi tersebut hanya dapat diakses oleh pegawai bank di bidang perkreditan dengan menggunakan password dan komputer yang terhubung secara on-line dengan bank sentral.

Kapasitas

Kapasitas adalah berhubungan dengan kemampuan seorang debitur untuk mengembalikan pinjaman. Untuk mengukurnya, kreditur dapat meneliti kemampuan debitur dalam bidang manajemen, keuangan, pemasaran dan lain-lain.

Modal

Dengan melihat banyaknya modal yang dimiliki debitur atau melihat berapa banyak yang ditanamkan debitur dalam usahanya, kreditur dapat menilai modal debitur. Semaking banyak modal yang ditanamkan, debitur akan dipandang semakin serius dalam menjalankan ushanya.

Jaminan

Jaminan dibutuhkan untuk berjaga-jaga seandainya debitur tidak dapat mengembalikan pinjamannya. Biasanya nilai jaminan lebih tinggi dari jumlah pinjaman..

Kondisi ekonomi

Keadaan perekonomian disekitar tempat tinggal calon debitur juga harus diperhatikan untuk memperhitungkan kondisi ekonomi yang akan terjadi di masa datang. Kondisi ekonomi yang perlu diperhatikan antara lain masalah daya beli masyarakat, luas pasar, persaingan, perkembangan teknologi, bahan baku, pasar modal dan lain sebagainya.

Adapun hal-hal yang diperjanjikan dalam perjanjian kredit antara lain; jangka waktu kredit, suku bunga, cara pembayaran, agunan/jaminan kredit biaya administrasi dan asuransi jiwa dan tagihan.

Berikut adalah jenis-jenis kredit

  • Kredit investasi

Kredit jangka menengah dan panjang untuk investasi barang modal seperti pembangungan pabrik, pembelian mesin.

  • Kredit modal kerja

Kredit jangka pendek atau menengah yang diberikan untuk pembiayaan atau pembelian bahan baku produksi.

  • Kredit konsumsi

Kredit untuk perorangan untuk pembiayaan barang-barang pribadi seperti rumah (KPR- Kredit Kepemilikan Rumah), kendaraan (KKB-Kredit Kendaraan Bermotor), lain-lain seperti kredit tampa agunan.

  • Kredit usaha tampa bunga dan tampa agunan

Kredit ini disediakan khusus untuk usaha kecil dan menengah. Kredit semacam ini sangat meringankan bagi pengusaha namun tahapan seleksi pencariannya sangat ketat, seperti kredit usaha rakyat.[1]

Pengertian Kredit dan Pembiayaan menurut Kasmir SE.M.M. dalam bukunya Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi Revisi 2008, Hal 96 – 103.

Pembiayaan merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.

Dari pengertian diatas dapatlah dijelaskan bahwa kredit atau pembiayaan dapat berupa uang atau tagihan yang nilainya diukur dengan uang, misalnya bank membiayai kredit untuk pembelian rumah atau mobil. Kemudian adanya kesepakatan antara bank (kreditor) dengan nasabah penerimah kredit (debitur), bahwa mereka sepakat sesuai dengan perjanjian yang telah dibuatnya. Dalam perjanjian kredit tercakup hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk jangka waktu serta bunga yang ditetapkan bersama. Demikian pula masalah sanksi apabila si debitur ingkar janji terhadap perjanjian yang telah dibuat bersama.

Yang menjadi perbedaan antara kredit yang diberikan oleh bank berdasarkan konvensional dengan dengan pembiayaan yang diberikan oleh bank berdasarkan prinsip syariah adalah terletak pada keuntungan yang diharapkan. Bagi bank berdasarkan prinsip konvensional keuntungan yang diperoleh melaui bunga sedangkan bagi bank  yang berdasarkan bagi hasil berupa imbalan atau bagi hasil.

Dalam artian luas kredit diartikan sebagai kepercayaan. Begitu pula dalam bahasa latin kredit berarti “credere” artinya percaya. Maksud dari percaya bagi si pemberi kredit adalah ia percaya pada si penerima kredit bahwa kredit yang disalurkannya pasti akan dikembalikan sesuai perjanjian. Sedangkan bagi si penerima kredit merupakan penerimaan kepercayaan sehingga mempunyai kewajiban untuk membayar sesuai jangka waktu.

Sebelum kredit diberikan untuk meyakinkan bank bahwa si nasabah benar-benar dapat dipercaya, maka bank terlebih dulu mengadakan analsis kredit. Analisis kredit mencakup latar belakang nasabah atau perusahaan, prospek usahanya, jaminan yang diberikan serta faktor-faktor lainnya. Tujuan analisis ini adalah agar bank yakin bahwa kredit yang diberikan benar-benar aman.

Pemberian kredit tampa dianalisis terlebih dahulu akan sangat membahayakan bank. Nasabah dalam hal ini dengan mudah memberikan data-data fiktif sehingga kredit tersebut sebenarnya tidak layak untuk diberikan. Akibatnya jika jika salah dalam menganalisis, maka kredit yang disalurkan akan sulit untuk daitagih alias macet. Namun, faktor salah analisis ini bukanlahmerupakan penyebab utama kredit macet walaupun sebagian terbesar kredit macet diakibatkan salah dalam mengadakan analisis. Penyebab lainnya mungkin disebabkan oleh bencana alam yang memang tidak dapat dihindari oleh nasabah. Misalnya kebanjiran atau gempa bumi atau dapat pula kesalahan dalam pengelolaan.

Jika kredit yang disalurkan mengalami kemacetan, maka langkah yang langkah yang dilakukan untuk penyelamatan kredit tersebut beragam. Dikatakan beragam karena dilihat terlebih dahulu penyebabnya. Jika memang masih bisa dibantu, maka tindakan membantu apakah dengan menambah jumlah kredit atau dengan memperpanjang jangka waktunya. Namun, jika memang tidak dapat diselamatkam kembali, maka tindakan terakhir bagi bank adalah menyita jaminan yang telah dijaminkan oleh nasabah.

Dari uraian diatas dapatlah diuraikan hal-hal apa saja yang terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit. Atau dengan kata lain pengertian kata kredit jika di lihat secara utuh mengandung makna apa saja sehingga jika kita bicara kredit, maka termasuk membicarakan unsur-unsur yang terkandung di dalamnya.

Adapun unsur-unsur kredit yang terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit adalah sebagai berikut:

  • Kepercayaan

Yaitu suatu keyakinan pemberi kredit bahwa kredit yang diberikan (berupa uang, barang atau jasa) akan benar-benar diterima kembali di masa datang. Kepercayaan ini diberikan oleh bank, dimana sebelumnya sudah dilakukan penelitian penyelidikan tentang nasabah baik secara interen maupun eksteren. Penelitian dan penyelidikan  tentang kondisi masa lalu dan sekarang terhadap nasabah pemohon kredit.

  • Kesepakatan

Di samping unsure percaya di dalam kredit juga mendukung unsure kesepakatan antara si pemberi kredit dengan si penerima kredit. Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian dimana masing-masing pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing-masing.

  • Jangka waktu

Setiap kredit yang diberikan memiliki jangka waktu tertentu, jangka waktu ini mencakup masa pengembalian kredit yang telah disepakati. Jangka waktu tersebut bisa berbentuk jangka pendek, jangka menengah atau jangka panjang.

  • Risiko

Adanya suatu tenggang waktu pengembalian akan menyebabkan suatu risiko tidak tertagihnya/macet pemberian kredit. Semaking panjang suatu kredit semaking besar risikonya demikian pula sebaliknya. Risiko ini menjadi tanggungan bank, baik risiko yang disengaja oleh nasabah yang lalai, maupun oleh risiko yang tidak sengaja. Misalnya terjadi bencana alam atau bangkrutnya usaha nasabah tampa ada unsur kesengajaan lainnya.

  • Balas jasa

Merupakan keuntungan atas pemberian suatu kredit atau jasa tersebut yang kita kenal dengan nama bunga. Balas jasa dalam bentuk bunga dan biaya administrasi kredit ini merupakan keuntungan bank. Sedangkan bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah balas jasanya ditentukan dengan bagi hasil.

Pemberian suatu fasilitas kredit mempunyai tujuan tertentu. Tujuan pemberian kredit tersebut tidak akan terlepas dari misi bank tersebut didirikan.

Adapun tujuan utama pemberian suatu kredit adalah sebagai berikut.

  • Mencari keuntungan

Yaitu bertujuan untuk memperoleh hasil dari pemberian  kredit tersebut. Hasil tersebut terutama dalam bentuk bunga yang diterima oleh banyak bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah.

  • Membantu usaha nasabah

Tujuan lainnya adalah untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana, baik dana investasi maupun dana untuk modal kerja. Dengan dana tersebut, maka pihak debitur akan dapat mengembangkan dan memperluas usahanya.

  • Membantu pemerintah

Bagi pemerintah semakin banyak kredit yang disalurkan oleh pihak perbankan, maka semakin baik, mengingat semakin banyak kredit berarti adanya peningkatan pembangunan di berbagai sector.

Keuntungan bagi pemerintah dengan menyebarnya pemberian kredit adalah sebagai berikut.

  • Penerimaan pajak, dari keuntungan yang diperoleh nasabah dan bank
  • Membuka kesempatan kerja, dalam hal ini untuk kredit pembangunan usaha baru atau perluasan usaha akan membutuhkan tenaga kerja baru sehingga dapat menyedot tenaga kerja yang masih menganggur.
  • Meningkatkan jumlah barang dan jasa, jelas sekali bahwa sebagian besar kredit yang disalurkan akan dapat meningkatkan jumlah barang dan jasa yang beredar di masyarakat.
  • Menghemat devisa negara, terutama untuk produk-produk yang sebelumnya diimpor dan apabila sudah dapat diproduksi didalam negeri dengan fasilitas kredit yang ada jelas akan menghemat devisa negara.
  • Menigkatkan devisa negara, apabila produk dari kredit yang dibiayai untuk keperluan ekspor.

 

Kemudian disamping tujuan diatas suatu fasilitas kredit memiliki fungsi sebagai berikut.

  • Untuk meningkatkan daya guna.

Dengan adanya kredit dapat meningkatkan daya guna uang  maksudnya jika uang hanya disimpan saja tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna. Dengan diberikannya kredit uang tersebut menjadi berguna untuk menghasilkan barang atau jasa oleh si penerima kredit

  • Untuk meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang.

Dalam hal ini uang yang diberikan atau disalurkan akan beredar dari satu wilayah ke wilayah lainnya sehingga suatu daerah yang kekurangan uang dengan memperoleh kredit  maka daerah tersebut akan memperoleh tambahan uang dari daerah lainnya.

  • Untuk meningkatkan daya guna barang.

Kreidit yang diberikan oleh bank akan dapat digunakan oleh si debitur untuk mengolah barang yang tidak berguna menjadi berguna atau bermanfaat.

  • Meningkatkan peredaran barang.

Kredit dapat pula menambah atau memperlancar arus barang dari suatu wilayah ke wilayah lainnya sehingga jumlah barang yang beredar dari suatu wilayah ke wilayah lainnya bertambah atau kredit dapat pula meningkatkan jumlah barang yang beredar.

  • Sebagai alat stabilitas ekonomi.

Dengan memberikan kredit dapat dikatakan sebagai stabilitas ekonomi karena dengan adanya kredit yang diberikan akan menambah jumlah barang yang diperlukan oleh masyarakat. Kemudian dapat pula kredit membantu dalam mengekspor barang dari dalam negeri ke luar negeri sehingga meningkatkan devisa negara.

  • Untuk meningkatkan kegairahan berusaha.

Bagi si penerima kredit tentu akan dapat meningkatkan kegairahan berusaha, apalagi bagi si nasabah yang modalnya memang pas-pasan.

  • Untuk meningkatkan pemerataan pendapatan.

Semaking banyak kredit yang disalurkan, akan semakin baik, terutama dalam hal meningkatkan pendapatan. Jika sebuah kredit diberikan untuk membangun pabrik, maka pabrik tersebut tentu membutuhkan tenaga kerja sehingga dapat pula mengurangi pengangguran. Di samping itu, bagi masyarakat sekitar pabrik juga akan dapat meningkatkan pendapatannya seperti membuka warung atau menyewa rumah kontrakan atau jasa lainnya.

  • Untuk meningkatkan hubungan internasional.

Dalam hal pinjaman internasional akan dapat meningkatkan saling membutuhkan antara si penerima kredit dengan di pemberi kredit. Pemberian kredit oleh Negara lain akan meningkan akan meningkatkan kerja sama di bidang lainnya.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Pengaruh Kredit dan Pembiayaan terhadap suatu perusahaan di Timor Leste.

Kredit dan pembiayaan sangat mempengaruhi suatu perusahaan di Timor Leste yang memiliki dana yang kurang untuk menjalankan suatu usaha atau proyek yang ditawarkan karena dengan kredit akan membantu masalah keuangan suatu perusahaan.

Bagi setiap perusahan yang kekurangan dana atau memiliki dana yang pas-pasan kredit merupakan solusi untuk memperkuat modal kerja guna menunjang aktivtas perusahaan. Modal kerja merupakan salah satu  masalah pokok yang di hadapi oleh perusahaan. Modal kerja juga di butuhkan oleh setiap perusahaan untuk membelanjai operasinya sehari-hari, misalnya; untuk memberikan persekot pembelian bahan mentah, membiayai upah gaji pegawai, dan lain-lain. Oleh karena itu perusahaan selalu dituntut untuk selalu meningkatkan efisiensi kerjanya sehingga di capai tujuan yang diharapkan oleh perusahaan yaitu mencapai laba yang optimal agar dapat melunasi utangnya dibank dan bank dapat mempercayai perusahaan tersebut setiap saat meminjam uang di bank.

Kredit merupakan kepercayaan dari bank bagi peminjam sehingga dana tersebut harus di manfaatkan seefisien mungkin karena bagi perusahaan yang meminjam dana di bank mempunyai kewajiban untuk membayar sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Pada dasarnya, jika perusahaan meningkatkan jumlah pinjaman sebagai sumber dananya hal tersebut dapat meningkatkan resiko keuangan. Jika perusahaan tidak dapat mengelola dana yang diperoleh dari pinjaman secara produktif, hal tersebut dapat memberikan pengaruh negatif dan berdampak terhadap menurunnya profitabilitas perusahaan. Sebaliknya jika pinjaman tersebut dapat dikelolah dengan baik dan digunakan untuk proyek investasi yang produktif, hal tersebut dapat memberikan pengaruh yang positif dan berdampak pada profitabilitas perusahaan. Ataupun apabila perusahaan tidak mengelola keuangannya dengan baik dapat mengakibatkan keuangannya menjadi terhambat atau terhenti sama sekali. Oleh karena itu manajemen yang baik untuk suatu perusahaan sangat diperlukan guna menjamin kelancaran operasional perusahaan.

Adapun pengaruh atas kredit yang diberikan yaitu  resiko yang akan ditanggung oleh pihak bank ketika debitur tidak melunasi utangnya atau terlambat membayar atau yang sering disebut kredit macet akibat bencana alam baik itu kebakaran, banjir, tanah lonsor dan lain sebagainya sehingga mengharuskan debitur menunda pembayarannya yang dampaknya terhadap proses operasional perbankan. Dan pengaruhnya terhadap debitur adalah segala sesuatu yang dijaminkan pada waktu miminjam akan dialihkan  kepada bank atau ditarik oleh pihak bank.

BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa

  • kredit dan pembiayaan sangat berpengaruh segnifikan terhadap suatu perusahaan di Timor Leste, karena bagi setiap perusahaan yang memiliki dana yang tidak cukup untuk menjalankan atau memperluas usahanya dapat meminjam uang di bank untuk menunjang kelancaran usahanya.
  • Kredit merupakan salah satu faktor penting untuk suksesnya suatu perusahaan di Timor Leste.

 

4.2. Saran

Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa masih jauh dari kesempurnaannya ataupun adanya kelemahan-kelemahan dari penulis dalam penulisan makalah ini, baik itu kurangnya fasilitas yang mendukung seperti buku-buku referensi yang begitu terbatas dalam menjamin penyelesaian penulisan makalah ini sehingga kritik dan saran yang bersifat konstruktif baik itu dari Ibu dosen maupun dari rekan-rekan mahasiswa/i sangatlah diharapkan untuk proses penulisan lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

–         Kasmir SE.M.M. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya,Edisi Revisi 2008, penerbit PT Raga Grafindo Persada, Jakarta

–         Undang-undang perbankan No. 10 Tahun 1998


[1] Sumber: diperoleh dari situs Internet yakni: http://id.wikipedia.org/wiki/Kredit_(keuangan)#Modal

Mei 26, 2010 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: