Dodogusmao's Blog

Just another WordPress.com weblog

DAMPAK PENGANGGURAN TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI DI TIMOR LESTE

DAMPAK PENGANGGURAN TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI

 

 DISUSUN OLEH

 

Nama: Lourenço M.A.M.GUSMÃO (ADO)

                                                                    Nim:08121026

                                                               IOB DILI TIMOR LESTE

JURUSAN MANAJEMEN kEUANGAN

2009

KATA PENGANTAR

 

Adalah kewajiban bagi setiap insang untuk dapat mensyukuri karunia Tuhan karena kebesarannyalah penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini, dalam penulisan makalah ini penulis banyak merepotkan berbagai pihak baik dalam binbingan, bantuan moril, maupun espiritual, untuk itu penuilis menyampaikan rasa terima kasih kepada Bapak Ricky selaku dosen pengasuh mata kuliah bisnis.

Tak lupa pula penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang turut memberikan kontribusinya dalam pelaksanaan penulisan makalah ini, kepada semua pihak tidak ada yang layak untuk membalas budi baik yang telah diberikan hanyalah doa kiranya Maha pengasih memberikan berkat dan rahmat yang berkelimpahan.

Penulisan makalah ini merupakan hasil maksimal dari penulis namun masih terdapat banyak kekurangan dan untuk penyempurnaanya penulis mengharapkan saran maupun kritikan yang konstruktif.

                                                                                                                        Dili, 2009

                                                                                                                        Penulis,

BABI

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pembangunan suatu Negara merupakan bagian penting dari pembangunan nasional dengan tujuan akhir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbicara tentang pembangunan nasional tidak tersepas dari pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menaikkan mutu hidup rakyat.

Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.

Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional[1]. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Salah satu masalah perekonomian yang dihadapi oleh negara Timor Leste adalah masalah pengangguran. Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan.

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.

Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.

Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor nonekonomi.

Faktor ekonomi yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.

Sumber daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang, dan hasil laut, sangat mempengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).

Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada.

Sementara itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan Latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut

1.2.1.     Apakah Pengangguran dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi

1.3. Pembatasan Masalah

Adapun pembatasan masalah yang dikaji dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut

1.3.1.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengangguran terhadap   pembangunan ekonomi.

1.4. Tujuan dan Kegunaan

1.4.1.     Tujuan

a. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengangguran terhadap pembangunan ekonomi.

1.4.2.     Kegunaan

  1. Hasil dari penulisan makalah ini akan menjadi bahan belajar bagi penulis untuk mengetahui masalah perekonomian di Timor Leste sekaligus menjadi bahan evaluasi dan komparasi untuk penelitian sejenis.

 

1.5. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara untuk masalah yang diteliti, yang dapat dirumuskan sebagai berikut

1.5.1.     Diduga bahwa pengangguran dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi.

1.6. Sistematika Penulisan

Bab I mengenai pendahuluan yang mencakup uraian tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan dan kegunaan, hipotesis dan sistematika penulisan.

Bab II menyangkut landasan teori yang berdasarkan pada berbagai pengertian dari kedua variabel serta pada teori-teori yang memiliki hubungan sesuai dengan judul Makalah

BAB III mengenai pembahasan atas perumusan masalah yang ada yaitu pengangguran dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi.

BAB IV adalah bab penutup yang menyangkut kesimpulan dan saran.

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Arti Definisi Dan Pengertian Pengangguran

Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.

B. Rumus Menghitung Tingkat Pengangguran

Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja.

Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100%

C. Jenis & Macam Pengangguran

1. Pengangguran Friksional /Frictional Unemployment
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.

2. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment

Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

3. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment

Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.

4. Pengangguran Siklikal

Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.

Tambahan :
Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengangguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja.

(Sumber: Organisasi.Org Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia)      

Pengangguran ini terjadi di banyak negara. Menurut pakar perburuhan Robert C
Goodwin dari departemen Perburuhan AS, pengangguran itu disebabkan oleh
empat hal pokok. Yakni:

a. Karena adanya perubahan dan pertumbuhan ekonomi, pengusaha/ pabrikan lalu memindahkan tempat, menghentikan beberapa produksinya. Selanjutnya membangun yang baru guna memenuhi permintaan konsumennya, atau mengubah cara-cara produksinya. Para buruh lalu pindah dari satu tempat ke tempat lain, dan meninggalkan pekerjaannya yang dulu dengan pekerjaan lainnya. Ribuan penganggur ini umumnya lalu pindah ganti kerja.

b. Banyak kegiatan seperti berladang, bidang kon- struksi, pengalengan dan
pembuatan garmen yang sebelumnya maju mengalami kemunduran, dan tergantung pada musim atau perubahan model. Di masa-masa lesu ini banyak sekali pekerja yang lalu menganggur. Inilah yang disebut sebagai musim pengangguran!

c. Salah satu alasan mengapa ekonomi AS begitu kuat, tidak lain karena
pemerintah dan industri-industri selalu berusaha memperoleh jalan keluar
guna melakukan segala sesuatunya. Mereka menemukan dan menciptakan sekaligus mencoba-coba produk barunya. Tetapi tak bisa disangkal juga bahwa
produk-produk barunya itu kerap kali menghancurkan lapangan kerja atas semua
industri, justru karena lahirnya industri baru itu. Sebagai contoh, pada saat industri mobil tumbuh, maka hancurlah lapangan kerja pembuat kereta
atau gerobak berkuda. Juga pengangguran tercipta oleh adanya cara-cara baru
dan penemuan-penemuan baru. Inilah yang disebut pengangguran korban
teknologi, atau technical unemployment.

d. Berbagai akibat yang tak begitu jelas, muncul dari industri-industri
ekonomi. Sedangkan waktu yang baik, datang pada saat bisnis sedang booming,
hingga permintaan tenaga meningkat setelah beberapa tahun lamanya buruk, karena satu dan lain hal.

Sementara itu Robert J Lanpman dari University of Washington meringkasnya
menjadi: 1. Akibat adanya depresi (business depressions). 2. Adanya tuntutan
penggantian atas berbagai jenis buruh. 3. Adanya berbagai kejadian musiman.
4. Adanya perselisihan perorangan (berlangsung secara tak teratur). 5.
Adanya perubahan dalam masyarakat, dan 6. Adanya pembaruan/kemajuan
teknologi. Itulah faktor-faktor penyebab terjadinya pengangguran.
 

Juni 15, 2009 - Posted by | Uncategorized

9 Komentar »

  1. APA BEDANYA PEMBANGUNAN NEGARA DAN PEMBANGUNAN NASIONAL??

    dan apa saja yang menjadi ungsur penting bagi pembangunan nasional suatu negara……..???
    ciceken@yahoo.com

    Komentar oleh kaliuete | Maret 18, 2010 | Balas

  2. yea…skripsinya bagus juga ya…pasti dapat A Plus ya…………..

    Komentar oleh kaliuete | Maret 18, 2010 | Balas

    • semoga dapet A +

      Komentar oleh dodogusmao | Desember 16, 2010 | Balas

  3. makalah ini menurut saya bagus tetapi perlu diketahui bahwa harus ada data yang pasti dan jelas

    Komentar oleh ester | Februari 23, 2011 | Balas

  4. gimana sih nga ada danpak positip apa negatip nya….nih!!!!!!!!!!kok tulis skrip apa makalah????????????? sory kite lagi main aje??????????!!!!

    Komentar oleh pophy | Juni 7, 2011 | Balas

    • Bagi saya kritik dan saran itu adalah sesuatu hal yang positif guna memperbaiki dan mengembangkan penulisan yang ada. jadi kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat diharapkan guna mencipkan suatu karya ilmiah yang aktual dan akurat. Namun perlu diketahui bahwa dalam penulisan ini baru di BAB II, masih ada kelanjutannya di BAB III – V. yang barangkali dapat merespon kekurangan yang ada.

      Komentar oleh dodogusmao | Juni 8, 2011 | Balas

  5. nurut aq, 2 bab aja udah cukup kontribusi dikit pengetahuan buat para pembaca..makasih yah.

    Komentar oleh Melky | Desember 19, 2011 | Balas

  6. lebih teliti lagi dalam penulisan tersebut ok………………………%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

    Komentar oleh aje da silva | Januari 9, 2013 | Balas

    • Sebagai insang biasa saya menyadari bahwa setiap orang memiliki tingkat kemampuan dan pemahaman yang berbeda-beda. Saya sangat setuju dengan kritikan anda yang bersifat konstruktif namun ada baiknya kritikan diawali dengan saran agar penulis dapat menelusuri lebih dalam guna menghasilkan penulisan yang dapat diterima oleh semua pihak. Perlu diketahui bahwa dalam penulisan ini belum sampai pada tahap penelitian dan tidak tertup kemungkinan bagi penulis untuk mengambil hikmah dan manfaat dari setiap kritikan dan saran dari para pembaca. Terima kasih atas kritikannya.

      Komentar oleh dodogusmao | Januari 9, 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: